Connexion utilisateur

Interface language

Image linked to WW1 page Image linked to Countering the Militarisation of Youth website (external link) Image linked to Handbook for Nonviolent Campaigns book page
Diaspora link
Facebook link link
Twitter link
 

Membuat Keputusan

kembali ke daftar isi

Waktu:

Minimal 30 menit

Tujuan Latihan

■ Untuk mempersiapkan seseorang dalam menghadapi situasi krisis dan mengembangkan kerangka pikir yang cepat saat di bawah tekanan, fokus pada persoalan inti sembari belajar mengabaikan sesuatu yang kecil untuk meraih keputusan bertindak.

Cara Mempraktekkannya/Catatan Fasilitator

Berilah sebuah skenario, untuk sebuah kelompok yang tidak lebih dari 8 orang (bisa berupa ke­lompok kecil sedang lainnya mengamati). Misalnya: Seorang wanita jatuh pingsan dalam baris gerakan. Anda adalah seorang aktivis perdamaian. Apa yang Anda lakukan? Izinkan lima belas detik untuk berdiskusi antara 3 atau 4 orang yang ambil bagian. Setelah itu, diskusikan dengan semua peserta. Tanyakan: bagaimana cara Anda untuk memutuskan? Apa yang dapat membantu proses tersebut? Apa saja kesulitan utamanya?

Langkah lainnya adalah mempraktekkan latihan ini dengan menentukan dewan juru bicara. Bentuklah beberapa kelompok kecil yang bertindak sebagai kelompok afinitas. Beri mereka skenario baru dan mintalah masing-masing kelompok untuk memilih seorang juru bicara. Segera setelah masing-masing kelompok afinitas sampai pada sebuah keputusan, mintalah masing-masing juru bicara bertemu untuk membuat sebuah keputusan. Setelah mereka mencapai suatu tingkat kesepakatan, mintalah masing-masing juru bicara untuk ber­konsu­ltasi dengan kelompok afinitas mereka mengenai keputusan dewan juru bicara. Masing-masing kelompok tersebut dapat membuat rekomendasi untuk perubahan-perubahan jika diperlukan, kemudian dewan juru bicara bertemu lagi untuk membuat sebuah keputusan final yang harapannya akan menjadi sebuah keputusan dimana setiap orang dari seluruh kelompok afinitas dapat menerima keputusan tersebut.

Catatlah bahwa batasan utamanya adalah bahwa melakukan terlalu banyak latihan-latihan membuat keputusan terlalu cepat itu, khususnya tepat sebelum sebuah aksi berlangsung, dapat membentuk pola pikir mengenai kedaruratan yang dapat meningkatkan ketegangan sehingga orang menjadi panik. Latihan keputusan cepat ini harus diselaraskan dengan jenis latihan lain untuk meminimalisir kelemahan dan kemungkinan dampak negatif yang akan terjadi.